PLTS Terbesar di Jawa Beroperasi

PURWAKARTA – PT PLN (persero) melalui anak usahanya, Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), menuntaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata berkapasitas 1 megawatt (MW) di Purwakarta.

Pembangkit tersebut didesain khusus untuk keperluan riset dan teknologi pengembangan PLTS berskala besar di tempat lain, khususnya di wilayah Indonesia Timur. ”Selain sebagai pusat riset, PLTS Cirata akan memantau PLTS lain di seluruh Indonesia, khususnya di Indonesia Timur karena pembangunan PLTS akan fokus di sana,” kata Direktur PLN Nasri Sebayang di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

PLTS tersebut juga menjadi pelengkap fasilitas Cirata Green Energy Campus sebagai pusat studi energi baru terbarukan terbesar di Indonesia. Energi listrik yang dihasilkan PLTS Cirata disalurkan kepada masyarakat sekitar pembangkit dan sebagian wilayah di Purwakarta. Di tempat yang sama Direktur PJB Muljo Adji mengatakan, inisiasi pembangunan PLTS sejak 2011 lalu dengan investasi sebesar Rp28 miliar. Investasi sebesar itu didanai oleh PJB dengan menggandeng PENS sebagai konsultan untuk mengawal proses pembangunan.

”Proses pengadaan dan pelaksanaan dimulai November 2014-September 2015 dikerjakan oleh PT Azet. Dan, September sudah mulai di distribusikan,” kata dia. General Manager Unit Pembangunan (UP) Cirata Wisrawan mengatakan, pembangunan PLTS dengan kapasitas 1 MW di lingkungan PLTA Cirata akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) perusahaan dalam membangun PLTS berskala besar.

Diharapkan, dalam dua hingga tiga tahun ke depan Indonesia telah memiliki teknologi dan pengalaman serta kepercayaan diri dalam membangun PLTS berskala besar. Direktur PJB Muljo Adji menambahkan, saat ini PLTS sudah mampu bersaing secara biaya dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara. Itu menjadikan PLTS sebagai pembangkit dengan biaya murah dibanding pembangkit listrik lainnya, khususnya pembangkit diesel dan gas.

”Fenomena ini merupakan sebab terjadinya pembangunan PLTS secara besar-besaran di berbagai negara, khususnya di negara maju,” kata dia.